Senin, 14 Desember 2009

PSG (Pelajaran Sistem Ganda)

PSG adalah singkatan dari Pelajaran Sistem Ganda yaitu semacam Kerja di Dunia Usaha / Dunia Industri. Pelaksanaan PSG di masing-masing SMK berbeda-beda, ada yang dilaksankan pada kelas tiga dan ada juga yang melaksankannya ketika siswa kelas 2 seperti SMK NEGERI 1 SELONG (Tempat saya bersekolah saat ini). Lokasi PSG bisa berada di mana saja asalkan siswa mampu menjalaninya dalam artian mampu biaya dan lain sebagainya. Sebelum PSG siswa dituntut untuk mencari lokasi sendiri, jika siswa tidak berhasil mendapatkan lokasi PSG atau tidak lulus saat ujian PSG maka siswa tersebut 100% (Seratus Persen) tidak akan lulus.

Saat itu saya PSG di CafeNet yaitu sebuah warnet yang berada di Pancor tepat di depan STKIP HAMZANWADI. Ketika PSG saya banyak mendapatkan pengetahuan diantaranya mereparasi komputer, mengetik, Internet. Setelah beberapa hari di CafeNet saya tidak pulang ke Kos (Pondok). Saya tinggal di CafeNet maklum CafeNet seperti rumah biasa jika dilihat sepintas dan juga papan nama CafeNet tidak begitu jelas hanya sebuah plang yang dipasang di sebuah pohon nangka yang berada di depannya (pinggir jalan). Walaupun demikian nama CafeNet sudah terkenal di kalangan mahasiswa STKIP HAMZANWADI dan mahasiswa AKPER yang ada di kota Selong bahkan yang berada di kota Mataram Lombok Barat. Selain di Lombok Barat di Lombok Tengah pun CafeNet sudah dikenal.

Sejak pertama kali ke CafeNet saya dan salah satu teman saya yang mendaftar PSG di sana sudah diberikan tiga komputer untuk diperbaiki. Dan Alhamdulillah Beberapa diantaranya dapat kami selesaikan. Setelah melihat hasil kami berdua pemilik sekaligus pengelola CafeNet memberikan komputer lagi untuk diperbaiki.

Saya PSG tidak murni di CafeNet karena ada salah satu teman BOS yang juga membuka usaha yaitu rental komuter dan pengetikan yang setelah beberapa hari melihat saya memperbaiki komputer, dimintalah saya untuk memperbaiki komputernya yang berada di rentalnya. Setelah itu saya sering datang ke sana, kadang disuruh oleh BOS (pimbinan CafeNet yang bernama M. Suhaili, A.Md dan kadang diminta oleh temannya yang punya rental kompter tersebut. Rental itu bernama Madani Komputer dan pemiliknya dipanggil Egi (saya tidak ingat nama lengkapnya) soalnya orang-orang lebih mengenalnya dengan nama panggilannya.

Ketika Pak Egi mau menikah saya diminta menjaga rentalnya sekaligus melayani orang yang mau mengetik selama 10 hari dan diberikan izin oleh Pak Eli. Sebelumnya saya juga pernah berada di rental tersebut selama kurang lebih satu minggu. Saya sangat disayang oleh Pak Eli . Saya tahu karena pernah Pak Egi memintakan saya izin untuk tetap tinggal (menjalalni PSG) di tempatnya, tetapi Pak Eli mengizinkan. Pak Eli mengatakan dalam bahasa sasak (Selong) yang artinya: "Masak anak andalan saya yang kamu minta, kalau kamu mau kamu boleh minta yang yang lainnya asal jangan Azin. Mendengar pembicaraan mereka saya sedikit tersanjung karena dari kami berenam yang PSG di CafeNet sayalah yang paling disayang.

Tidak terasa empat bulan sudah berlalu, dimana batas waktu PSG sudah habis. Kami harus kembali masuk sekolah. Sejak saya tidak PSG lagi saya jarang ke CafeNet karena lokasi CafeNet dan kos saya lumayan jauh. Ketika saya ke CafeNet, tidak saya sangka kalau pak Eli mengatakan "Azin, maukah kamu tinggal di sini, kamu bermain internet (maklumlah saat PSG kami selalu bermain-main dengan internet, entah itu Chatting, Browsing, mengajari orang membuat e-mail, atau yang lainnya) , nanti saya kasih uang jajan, setiap kamu berangkat ke sekolah saya kasih Rp. 5.000, makan Azin saya tanggung, dan setiap bulan saya kasih kamu Rp. 150.000." Betapa senang hati saya mendengar perkataan Pak Suhaili, saya senyum sambil berfikir keras, apakah saya terima tawaran Pak Eli atau tidak. Pak Eli berakata lagi dalam bahasa sasak tentunya "mau tidak?". Saya tersenyum kembali kemdian saya mengiakannya. Saya bilang "Ia, tapi saya semester dulu" dia bilang "Ia sudah".

Setelah pulang ke kos, saya berfikir lagi "Saya masih sekolah, apakah saya bisa sekolah sambil kerja? Tapi kalau saya tetap berada di kos ini, saya harus mengeluarkan biaya. " Saya menghitung biaya makan dan uang pondok serta yang lainnya kalau saya mondok. Saya bimbang tidak tahu harus memilih yang mana, apakah saya pindah atau saya tetap di kos. sampai beberapa hari saya mempertimbangkannya, akhirnya saya positif pindah.

Kalau tidak salah dua atau tiga hari setelah selesai ujian semester genap, saya pindah ke Cafe Net. Sampai saat tulisan ini dibuat saya masih berada di CafeNet.

O, iya PSG itu ada tempat kita senang dan ada juga tempat susahnya. Tempat senangnya itu kita tidak masuk sekolah alias agak bebas dan memiliki teman baru. Sedangkan tempat tidak senangnya kita harus menulis laporan.

Saya menulis laporan PSG siang malam selama beberapa hari (maklum saya tidak membuat laporan perharinya, hanya judulnya saja yang saya catat. Misalnya hari rabu menginstal Office. Hari jum'at menginstal windows dan sebagainya. Laporan selama 4 bulan saya kerjakan hanya dalam beberapa hari, otomatis saya harus banting tulang. Saya mengetik laporan di Rental komputer sedangkan kalau mencari bahan (Gambar) di CafeNet, saya harus merasakan capek yang sangat, mulai dari kurang tidur, mata saya memerah dan terasa pedih (sakit), maklum haurs melihat monitor nonstop pernah saya bergadang sampai pagi (subuh).

Saya benar-benar capek karena bukan hari-hari itu saja saya bergadang, saya sering bergadang sampai pagi di CafeNet hanya untuk Chatting dan main Travian (game online).

Sekian dulu cerita PSG saya.