Senin, 31 Maret 2014

Puasa Daud 2

Puasa Daud merupakan puasa yang paling populer hingga saat ini. Menurut banyak pendapat, puasa ini tergolong istimewa karena Nabi Daud sendiri tidak hanya seorang nabi, tetapi juga seorang prajurit, raja dan ahli perang terkemuka. Nabi Daud dikenal sebagai Nabi yang berhasil mengalahkan musuh yang jauh lebih besar yaitu Goliath. Sepeninggal Nabi Daud, pelaksanaan puasa tersebut tidak lenyap begitu saja. Bahkan, hingga sekarang ini umat Muhammad SAW, juga banyak yang menjalankan puasa Daud, selain puasa Senin-Kamis.

Puasa Daud merupakan puasa khusus amalannya Nabi Daud. Menurut pengertiannya, puasa Daud dapat diartikan sebagai puasa sunnah yang dikerjakan dengan cara sehari berpuasa, kemudian sehari berbuka. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang paling afdhal dan tidak ada lagi puasa yang afdhal selain itu.

Di samping itu, puasa ini juga tergolong berat. Karena puasa ini dikerjakan secara berkelanjutan terus-menerus dan hanya dibatasi jeda sehari (menurut peraturan sunnahnya) untuk tidak puasa. Jadi, sehari berpuasa dan hari berikutnya tidak, begitu seterusnya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. Bersabda; “Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud As. Dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku (Abdullah bin Amru ra. berkata: “Sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu”, maka Nabi SAW. berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu”  (HR. Bukhari).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa puasa Daud merupakan puasa yang disyariatkan oleh Nabi Daud dan diamalkan oleh Nabi SAW. serta umatnya hingga saat ini. Puasa ini termasuk dalam kategori puasa sunnah hukumnya.

Jadi, sebagaimana sunnah, puasa Daud merupakan amalan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa dan tidak mendapat pahala. Akan tetapi, jika dikerjakan puasa ini memiliki pahala dan keutamaan yang sangat besar.

Sesuai dengan hadits nabi, puasa Daud  adalah satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa begitu terus selanjutnya. Jika ada seseorang yang melaksanakan lain dari yang disunnahkan nabi, misalnya jeda tidak puasanya lebih dari satu hari, maka hal itu bukan termasuk puasa Daud. Akan tetapi, jika seseorang ingin melaksanakan puasa yang demikian juga boleh, apalagi untuk melatih puasa Daud. Hal ini dikarenakan puasa Daud ini termasuk puasa yang berat dilakukan. Sebab, membutuhkan tingkat konsentrasi, komitmen, dan kesungguhan hati tingkat tinggi.

Bagi yang belum pernah mengerjakannya tentu berat. Letak kesulitannya hanya pada keseriusan dan komitmennya. Namun, jika sudah terbiasa, akan menjadi semacam ibadah yang biasa seperti halnya ibadah shalat dan lainnya.

Sumber :
http://kopda.auliacendekia.com/?page_id=84