Senin, 31 Maret 2014

Memory

Sudah berbulan-bulan lamanya, aku belum juga bisa melupakan kenangan itu. Masa lalu yang begitu pahit dalam hidupku. Masa lalu yang telah menjadi bayang-bayang yang selalu menghantuiku.
Aku pun masih bingung, apa yang harus aku lakukan dengan hidupku yang serba salah ini. Hidup segan mati tak mau.

Sahabat terbaikku menghilang dan benar-benar harus pergi meninggalkanku. Kekasihku benar-benar harus hengkang dari sisiku. Aku tak mampu lagi mengenal indahnya dunia ini.

Aku hanya berharap orang-orang yang masih berada di sekitarku, orang-orang yang masih menyayangiku dan orang-orang yang masih aku sayangi kelak akan dapat menikmati hidup yang lebih layak sesuai dengan sifat negeriku Indonesia yang subur dan makmur.

Semoga nanti, aku akan lebih bermanfaat untuk alam ini. Walaupun sebagian dari kebahagiaanku telah sirna dan tak dapat aku rasakan kembali. Walaupun hidupku seolah telah terlunta-lunta dalam kesedihan yang mendalam. Dan orang lain takkan mampu merasakan apa yang aku rasakan sedalam dan seluas serta setinggi apa pun pemahaman mereka terhadap apa yang aku rasakan, tetap saja perasaan ini hanya aku yang dapat memahami pahit manisnya.